Kebakaran Landa Asrama Ponpes Darunna'im Pontianak, Api Berhasil Dipadamkan dalam 45 Menit

Editor: Redaksi author photo

 

Petugas Pemadam kebakaran Swasta Kota Pontianak berjibaku memadamkan api di salah satu bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Darunna’im yang berada di Jalan Ampera, Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026) malam.SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Kebakaran menghanguskan salah satu bangunan asrama di Pondok Pesantren (Ponpes) Darunna'im, Jalan Ampera, Kota Pontianak, Jumat (24/7/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu sempat memicu kepanikan lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar hingga ke bagian atap bangunan.

Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan, titik api diduga berasal dari salah satu kamar asrama yang sedang tidak ditempati karena akan direnovasi. Dalam waktu singkat, api membesar dan mengancam bangunan lain di lingkungan pondok pesantren.

Laporan warga yang masuk langsung direspons cepat oleh puluhan relawan pemadam kebakaran dari berbagai pos di Kota Pontianak. Personel gabungan bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke bangunan di sekitarnya.

Wakil Sekretaris Forum Komunikasi (Forkom) Damkar Swasta Kalimantan Barat sekaligus anggota Damkar Karet, Harif Darman, mewakili Sekretaris Forkom Damkar Swasta Kalbar, Eddy Zulkarnaen, mengatakan koordinasi antarpetugas dilakukan segera setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Mendapat laporan dari warga, kami langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan pemadam lainnya untuk bergerak menuju lokasi," kata Harif.

Ia menjelaskan, proses pemadaman sempat terkendala karena terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi berkat dukungan sejumlah mobil tangki air dari berbagai relawan serta pemanfaatan sumber air yang tersedia di lingkungan pondok pesantren.

"Ada puluhan unit pemadam yang terlibat, termasuk bantuan mobil tangki air dari rekan-rekan damkar. Memang sumber air di lokasi cukup terbatas, tetapi kami memanfaatkan sumber air yang ada di lingkungan ponpes sehingga proses pemadaman tetap berjalan maksimal," jelasnya.

Berkat koordinasi yang baik dan kerja cepat seluruh personel, kobaran api berhasil dilokalisasi sekitar 45 menit setelah kejadian. Keberhasilan tersebut mencegah api menjalar ke bangunan lain di kompleks pondok pesantren sehingga kerusakan yang lebih besar dapat dihindari.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka akibat insiden tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap sumber api sekaligus menghitung besaran kerugian material yang ditimbulkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang sedang kosong maupun dalam proses renovasi. Aparat mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran, demi mencegah kejadian serupa di kemudian hari.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play