Bupati Sujiwo Resmikan Ruang Publik Tugu Langsat, Aset Terbengkalai Disulap Jadi Pusat Aktivitas Warga

Editor: Admin author photo

Manfaatkan Aset yang Ada, Bupati Sujiwo Hadirkan Ruang Publik Tugu Langsat. SUARAPONTIANAK/SK
Kubu Raya (Suara Pontianak) – Kawasan yang sebelumnya gelap dan kurang terawat di Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, kini berubah menjadi ruang publik yang representatif dan nyaman bagi masyarakat. Bupati Kubu Raya Sujiwo meresmikan Ruang Publik Tugu Langsat pada Sabtu (18/7/2026) malam sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset yang sudah ada tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Peresmian tersebut menjadi bukti nyata upaya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan fasilitas yang sebelumnya kurang terawat.

Dalam sambutannya, Sujiwo mengungkapkan bahwa gagasan penataan kawasan Tugu Langsat berawal dari keprihatinannya saat sering melintasi lokasi tersebut. Menurutnya, tugu yang telah dibangun dengan baik seharusnya dapat menjadi ikon sekaligus ruang aktivitas masyarakat, bukan hanya berdiri tanpa fungsi yang optimal.

“Saya bersama jajaran sebenarnya hanya memanfaatkan yang ada. Saya sering lewat sini, kok tugunya sudah dibangun tapi gelap gulita. Makanya saya turun. Saya melihat sayang sekali. Modalnya cuma lampu, pengecatan, dan penataan taman, akhirnya bisa menjadi ruang publik seperti ini. Hampir tidak mengeluarkan APBD,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan bahwa konsep pembangunan yang diterapkan bukan membangun dari nol, melainkan menghidupkan kembali aset-aset yang telah tersedia agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, ruang publik memiliki peran penting sebagai sarana interaksi sosial sekaligus penggerak ekonomi warga.

Karena itu, Sujiwo berharap keberadaan Ruang Publik Tugu Langsat dapat dikelola secara profesional dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya generasi muda.

“Ke depan mesti ada pengelolanya agar lebih baik. Anak-anak muda bisa diberdayakan mengelola parkir. Kemudian dibuat panggung kreasi agar potensi dan bakat mereka bisa tampil di sini,” katanya.

Sujiwo juga mengingatkan bahwa membangun dan mengembangkan ruang publik membutuhkan proses yang tidak instan. Ia mencontohkan keberhasilan Taman Dirgantara atau Tugu Pesawat di kawasan Lanud Supadio yang pada awalnya memerlukan dukungan pemerintah selama berbulan-bulan sebelum akhirnya mampu berkembang dan berjalan secara mandiri.

“Membuat ruang publik tidak serta-merta langsung sukses. Ketika ada kendala jangan putus asa. Taman Dirgantara hampir sembilan bulan kita support. Sekarang sudah berjalan sendiri. Taman Pelangi, Kuala Batang, hingga Dermaraja juga terus kita kawal,” ungkapnya.

Selain meresmikan Tugu Langsat, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga terus memperluas pembangunan ruang publik di wilayah Sungai Kakap. Saat ini, sejumlah fasilitas baru tengah dipersiapkan, di antaranya Taman Paskap dan kawasan Pujasera, yang direncanakan akan diresmikan pada awal Agustus mendatang.

Menurut Sujiwo, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memanfaatkan aset daerah yang selama ini belum terkelola secara maksimal.

“Kami hanya memanfaatkan aset-aset yang selama ini sudah terbangun, tetapi tidak terawat dan belum termanfaatkan. Kalau dikelola dengan baik, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan pada tahun 2027 Kecamatan Sungai Kakap memiliki sedikitnya empat ruang publik yang tersebar di sejumlah titik strategis. Keberadaan ruang publik tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat rekreasi keluarga, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau masyarakat ingin bersantai bersama keluarga, ada tempatnya. Di sisi lain, puluhan UMKM bisa mencari rezeki di sini. Itulah yang membuat kami semakin semangat membangun ruang-ruang publik,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Sujiwo mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, DPRD, perangkat daerah, hingga warga sekitar untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan Ruang Publik Tugu Langsat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Mudah-mudahan ruang publik ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Punggur Kecil dan sekitarnya. Mari kita kelola bersama secara profesional dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Peresmian Ruang Publik Tugu Langsat menjadi simbol transformasi aset daerah yang sebelumnya kurang termanfaatkan menjadi ruang produktif yang menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat Kubu Raya. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, kawasan tersebut diharapkan tumbuh menjadi pusat aktivitas baru yang memperkuat kualitas hidup masyarakat Sungai Kakap. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play