Pontianak (Suara Pontianak) — Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXIV tingkat Kecamatan Pontianak Kota Tahun 2026 di Aula Kantor Kecamatan Pontianak Kota, Selasa (12/5/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan memukul gong sebagai tanda dibukanya MTQ XXXIV tingkat Kecamatan Pontianak Kota di Aula Kantor Camat Pontianak Kota, Selasa (12/5/2026) pagi.SUARAPONTIANAK/SK
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Bahasan menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar agenda tahunan ataupun perlombaan membaca Al-Qur’an semata. Menurutnya, pelaksanaan MTQ merupakan bagian dari gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang religius dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Tema yang diangkat tahun ini adalah gerakan transformasi menuju Kota Pontianak yang Qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif. Ini merupakan komitmen bersama dalam membangun fondasi kota ke depan,” ujarnya.
Bahasan menjelaskan, terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus dalam pelaksanaan MTQ tahun ini, yakni Qurani, cerdas, berkarakter, dan adaptif. Ia menilai nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dibaca tetapi juga dipahami dan diamalkan.
“Kita ingin generasi muda tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki tuntunan moral dan akhlak yang baik. Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup,” katanya.
Menurutnya, penguatan karakter menjadi tantangan penting di tengah derasnya arus budaya global dan perkembangan teknologi informasi. Oleh sebab itu, generasi muda perlu dibekali nilai-nilai keagamaan yang kuat agar mampu menjaga integritas dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat.
Bahasan meyakini generasi yang dekat dengan Al-Qur’an akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, amanah, serta memiliki integritas tinggi.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta MTQ agar menjadikan ajang tersebut sebagai wadah syiar Islam sekaligus sarana belajar dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an, bukan semata-mata untuk meraih kemenangan.
“Juara itu bonus. Yang paling penting adalah menjadi duta Al-Qur’an di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Pontianak Kota diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang nantinya dapat mewakili kecamatan pada ajang MTQ tingkat Kota Pontianak sekaligus memperkuat semangat religius di tengah masyarakat.[SK]