Pontianak (Suara Pontianak) – Pihak SMA Negeri 1 Pontianak mengimbau seluruh siswa untuk tetap menahan diri dan mengedepankan adab dalam menyikapi polemik hasil Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.SUARAPONTIANAK/SK
Polemik tersebut mencuat setelah tim SMAN 1 Pontianak dinilai dirugikan dalam proses penilaian lomba. Dalam video yang beredar luas di media sosial, jawaban peserta disebut mengalami pengurangan nilai oleh dewan juri meski dianggap telah menjawab dengan benar.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi publik dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan dunia pendidikan.
“Untuk siswa-siswi SMAN 1 Pontianak, terkait permasalahan yang sedang viral, mohon jika berkomentar tetap mengedepankan adab,” tulis pihak sekolah dalam pernyataan resminya, Senin (11/5/2026).
Dalam penjelasannya, pihak sekolah menilai terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak penyelenggara kegiatan.
Salah satu poin yang disoroti yakni terkait substansi jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan tim SMAN 1 Sambas yang dinilai memiliki kesamaan. Namun menurut pihak sekolah, dewan juri hanya memberikan pembenaran kepada salah satu pihak tanpa penjelasan yang dianggap transparan.
Selain itu, pihak sekolah juga menyoroti fokus dan konsentrasi dewan juri dalam beberapa momen penilaian yang dinilai berpotensi memengaruhi objektivitas hasil perlombaan.
SMAN 1 Pontianak turut menyinggung adanya dugaan penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa melalui proses konfirmasi dan klarifikasi yang dinilai memadai.
“Hal ini diperkuat dengan adanya validasi sepihak melalui MC mengenai kompetensi juri, sehingga kegiatan tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian yang proporsional,” tulis pihak sekolah.
Menurut pihak sekolah, jawaban yang disampaikan tim peserta dari SMAN 1 Pontianak telah diucapkan dengan artikulasi yang jelas dan tegas sehingga dinilai layak memperoleh penilaian objektif berdasarkan substansi jawaban.
Atas sejumlah temuan tersebut, pihak sekolah meminta penyelenggara memberikan penjelasan resmi terkait dasar pengambilan keputusan dewan juri.
Selain itu, sekolah juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses penilaian guna menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan LCC 4 Pilar di masa mendatang.
“Berdasarkan hal-hal tersebut, kami memohon kepada pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi terkait temuan-temuan tersebut, menyampaikan penjelasan yang transparan mengenai dasar pengambilan keputusan dewan juri, serta melakukan evaluasi terhadap proses penilaian,” tulis pihak sekolah.
Meski demikian, SMAN 1 Pontianak tetap mengajak seluruh siswa dan masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara santun dan menjaga etika dalam berdiskusi, baik di ruang publik maupun media sosial.[SK]