Di tengah kesibukannya merangkai daun mengkuang, rotan, dan tali untuk membuat caping tradisional, Jubaidah sejenak menghentikan pekerjaannya demi menyambut tamu istimewa tersebut dengan senyum hangat dan salam penuh haru.
Kunjungan Selvi Ananda tidak dilakukan sendiri. Ia hadir bersama rombongan Seruni Kabinet Merah Putih (Solidaritas Perempuan untuk Indonesia), didampingi Ketua Dekranasda Kalimantan Barat Erlina serta Ketua Dekranasda Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan membawa dukungan moral sekaligus bantuan bagi para pengrajin caping tradisional agar terus bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Jubaidah bercerita, dirinya telah menjadi pengrajin caping sejak masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar. Keahlian tersebut merupakan warisan budaya masyarakat tepian Sungai Kapuas yang diwariskan secara turun-temurun.
“Awalnya, mengambil upah dengan ikut orang, dan terus sampai sekarang,” tuturnya.
Namun kini, jumlah pengrajin caping di Kampung Caping terus berkurang. Dari yang dahulu banyak digeluti warga, saat ini hanya tersisa belasan rumah yang masih rutin memproduksi caping tradisional.
Di usia senjanya, Jubaidah bersama sang suami hanya mampu memproduksi sekitar lima caping per hari. Penghasilan dari kerajinan tersebut menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Caping hasil produksi biasanya dijual ke pengepul di Pasar Kapuas Besar dengan harga Rp10 ribu untuk caping polos dan Rp15 ribu untuk caping berwarna. Dalam sebulan, ia mampu menghasilkan sekitar dua kodi atau 20 buah caping.
Untuk setiap kodi caping, Jubaidah harus mengeluarkan biaya sekitar Rp35 ribu untuk membeli daun mengkuang, belum termasuk kebutuhan rotan, tali rafia, dan perlengkapan lainnya.
Karena itu, bantuan dan perhatian dari Selvi Ananda disambut penuh rasa syukur oleh para pengrajin. Mereka juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pontianak yang terus mempromosikan Kampung Caping sebagai salah satu destinasi budaya dan ekonomi kreatif di Kota Pontianak.
Selain mengunjungi rumah pengrajin, Selvi Ananda juga berinteraksi dengan pelaku UMKM, pengrajin turunan produk caping, anak-anak, serta masyarakat di Rumah Budaya Kampung Caping.
Istri Wakil Presiden RI tersebut turut menyerahkan sejumlah bantuan dan meninjau pelatihan Kurator Penggiat UMKM serta pelatihan Pengembangan Talenta Industri Kreatif di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar yang diselenggarakan Dekranasda Kota Pontianak bersama sejumlah mitra.
Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, mengatakan Selvi Ananda memberikan pesan khusus kepada para pengrajin dan pelaku UMKM agar terus berinovasi dan mempertahankan semangat berkarya.
“Pesan beliau, terus semangat, terus melakukan inovasi, dan kami dari Dekranasda Kota juga terus memberikan bimbingan untuk memajukan UMKM Kota Pontianak,” ujarnya.
Yanieta menilai kehadiran langsung istri Wakil Presiden menjadi motivasi besar bagi para pelaku usaha dan pengrajin lokal untuk terus mengembangkan produk kreatif khas daerah.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat dan semakin memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kota Pontianak ke tingkat nasional.
Menurutnya, kehadiran para anggota Seruni Kabinet Merah Putih yang merupakan pendamping para menteri akan turut membantu mempromosikan potensi daerah melalui pengalaman dan cerita yang mereka dapatkan selama berada di Pontianak.
“Yang hadir ini kan ibu-ibu menteri, pasti dia akan cerita kepada suami-suaminya para menteri, dan tentu ada hal-hal yang dianggapnya bisa membantu, bermanfaat untuk Kota Pontianak,” tutup Edi Rusdi Kamtono.[SK]
