Pontianak (Suara Pontianak) – Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat yang viral di media sosial terus menuai perhatian publik. Kasus tersebut kini turut mendapat sorotan dari DPRD Kalimantan Barat.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani.SUARAPONTIANAK/SK
Perdebatan mengenai penilaian lomba mencuat setelah beredarnya video saat babak final di Pontianak yang memperlihatkan perdebatan antara peserta dan dewan juri. Video tersebut memancing berbagai tanggapan masyarakat karena dianggap terdapat ketidakkonsistenan dalam pemberian nilai terhadap jawaban peserta yang dinilai memiliki substansi serupa.
Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani, menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang terjadi. Ia menilai persoalan tersebut dapat mencederai semangat kompetisi dan sportivitas di kalangan pelajar.
“Saya sangat menyayangkan ada kejadian seperti ini. Jadi untuk ke depan, dewan juri harus teliti dan dewan juri jangan sewenang-wenang juga. Seperti ini kan akhirnya mengecewakan banyak masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026) sore.
Menurut Yuliani, polemik tersebut bukan hanya berdampak kepada peserta lomba, tetapi juga memicu kekecewaan masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus itu melalui media sosial.
“Banyak masyarakat yang kecewa dengan kejadian ini. Untuk anak-anak yang kemarin ikut lomba tetap semangat dan ini apresiasi mantap, anak-anak ini berani,” katanya.
Ia menekankan pentingnya objektivitas dan ketelitian dewan juri dalam melakukan penilaian agar tidak menimbulkan kontroversi yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan lomba pendidikan.
“Untuk ke depan jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini. Harus betul-betul kita sebagai dewan juri memperhatikan bagaimana jawaban anak-anak yang sudah ikut lomba. Jangan nanti ada nilai 10 dan nilai minus 5. Ini yang maksud saya sangat menyayangkan,” terangnya.
Selain meminta dewan juri lebih profesional, Yuliani juga mendorong pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penilaian dan mekanisme pelaksanaan lomba agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Banyak masyarakat saya lihat di Facebook tidak terima dengan kejadian ini. Evaluasilah untuk ke depan lebih baik, jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti ini,” pungkasnya.
Polemik tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan mendapat perhatian luas dari masyarakat Kalimantan Barat.[SK]