Pontianak (Suara Pontianak) – Perayaan Tahun Baru Imlek yang berlangsung bersamaan dengan bulan suci Ramadan 2026 berdampak signifikan terhadap peningkatan volume sampah di Pontianak, Kalimantan Barat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mencatat lonjakan timbulan sampah hingga 20 persen pada puncak perayaan.
Infografis lonjakan sampah di Pontianak saat Imlek dan Ramadan 2026.SUARAPONTIANAK/SK
Kepala DLH Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, mengungkapkan bahwa peningkatan volume sampah sudah terlihat sejak tiga hari sebelum perayaan Imlek.
“Sampah di tempat kami kemarin, hari raya kemarin, H-3 sampai hari H itu, H-3 menaik sekitar 10 persen timbulan sampahnya. Nah pada saat puncaknya itu, pas Imlek ketemu Ramadan kan, nah itu sampai 20 persen kenaikan,” ujarnya saat dikonfirmasi di Pontianak, Jumat (20/02/2026).
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang dua momentum besar tersebut menjadi faktor utama melonjaknya produksi sampah. Baik dari sektor rumah tangga maupun aktivitas perdagangan, seluruhnya mengalami peningkatan signifikan.
Kenaikan tertinggi terjadi pada malam perayaan Imlek yang bertepatan dengan Ramadan. Pada momen tersebut, aktivitas masyarakat berlangsung hingga larut malam, bahkan dini hari.
“Imlek malam itu puncak kenaikan timbulan sampah, karena Imlek malam kan ketemu dengan Ramadan. Itu orang saya lembur sampai pagi jam 10 pagi,” katanya.
Petugas kebersihan pun harus bekerja ekstra untuk memastikan penanganan sampah tetap terkendali. DLH menurunkan personel tambahan dan memperpanjang jam operasional pengangkutan sampah demi menjaga kebersihan kota.
Meski terjadi lonjakan cukup signifikan dalam waktu singkat, DLH memastikan kondisi tetap terkendali. Setelah melewati masa puncak perayaan, volume sampah kini berangsur kembali ke kondisi normal.
“Sekarang sudah menurun kembali ke arah normal lagi,” tambahnya.
Momentum dua perayaan besar yang berlangsung bersamaan ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan kebersihan kota. Namun, koordinasi dan kesiapsiagaan petugas dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif, sehingga aktivitas masyarakat selama Imlek dan Ramadan tetap berlangsung nyaman dan tertib.[SK]