Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dirangkai dengan berbagai agenda sosial, dakwah, penguatan kapasitas organisasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejak pagi, peserta dan masyarakat mengikuti sejumlah kegiatan, di antaranya Bazar UMKM Halal dan pemeriksaan kesehatan gratis. Layanan kesehatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) oleh BAZNAS Kalimantan Barat serta sosialisasi perjalanan umrah oleh PT Jawhara Pesona Wisata.
Penguatan kapasitas organisasi turut menjadi bagian dari kegiatan melalui penyampaian materi oleh Romawi Martin, M.E. Materi tersebut diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus meningkatkan kapasitas para kader organisasi.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Luthfiah dan Ketua PW Muslimat NU Kalimantan Barat Nurul Wahidah.
Memasuki acara utama pada siang hari, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam menyayangi dan memperhatikan anak yatim.
Ketua PWNU Kalimantan Barat, Prof. Dr. Syarif, turut hadir dan memberikan sambutan kepada para peserta. Kehadiran jajaran PWNU bersama badan otonom NU Kalimantan Barat memperlihatkan kebersamaan dalam menggelar kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan aksi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Puncak kegiatan diisi tausiah Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan Kiai Sofiullah Shafa. Tausiah tersebut menjadi momentum bagi peserta untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW, terutama dalam akhlak, kepemimpinan, kepedulian terhadap sesama dan kehidupan bermasyarakat.
Ketua PW Fatayat NU Kalimantan Barat, Umi Marzuqoh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi tiga badan otonom NU di Kalimantan Barat, yakni PW Fatayat NU, PW Muslimat NU dan PW IPPNU.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi, tenaga kesehatan, pelaku UMKM serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” ujarnya.
Semarak kegiatan semakin terasa dengan hadirnya Bazar UMKM Halal. Sejumlah pelaku UMKM, termasuk dari lingkungan Muslimat NU dan Apimsa Kalimantan Barat, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Bazar tersebut sekaligus menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat serta mendorong penguatan ekosistem UMKM halal di Kalimantan Barat.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kapasitas organisasi, menghadirkan manfaat sosial, mendorong kesadaran kesehatan dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan di Aula Pendopo Gubernur Kalimantan Barat itu diharapkan semakin memperkuat sinergi badan otonom NU dengan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha dan masyarakat, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. [SK]