Pontianak (Suara Pontianak) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, memberikan pembekalan kepada 27 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 yang akan bertugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta pemerintah kabupaten dan kota se-Kalbar.
Gubernur Kabar Ria Norsan, memberikan pembekalan kepada 27 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. SUARAPONTIANAK/SK
Kegiatan pembekalan tersebut berlangsung di Ruang Ruai Telabang, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Baperida Provinsi Kalbar, serta sejumlah pejabat terkait.
Sebanyak 27 lulusan IPDN Angkatan XXXIII itu nantinya akan ditempatkan di berbagai instansi pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Mereka diharapkan mampu menjadi aparatur yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan bahwa tugas utama seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah melayani masyarakat. Karena itu, setiap ASN harus memiliki komitmen, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.
“ASN adalah pelayan masyarakat. Bekerja dengan hati, disiplin, jujur, dan profesional,” tegas Norsan.
Ia meminta para CPNS lulusan IPDN segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya organisasi, serta karakteristik daerah tempat mereka ditugaskan.
Menurutnya, ilmu pemerintahan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di IPDN harus mampu diterapkan secara nyata untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Norsan juga mengingatkan agar para lulusan IPDN tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Perkembangan teknologi dan perubahan tata kelola pemerintahan, kata dia, menuntut ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.
“Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahad. Jangan pernah merasa puas dalam menuntut ilmu. Ikuti kemajuan teknologi, jangan ketinggalan, dan jangan pernah malu untuk bertanya,” pesannya.
Selain itu, Norsan menekankan bahwa pengabdian seorang ASN tidak ditentukan oleh lokasi penempatan tugas, melainkan oleh kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta para CPNS siap ditempatkan di berbagai wilayah sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan.
“Di mana pun ditempatkan, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Pengabdian bukan dilihat dari tempatnya, tetapi dari bagaimana kita menjalankan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Norsan, perjalanan karier seorang ASN sangat dipengaruhi oleh sikap, dedikasi, disiplin, dan kinerja yang ditunjukkan sejak awal masa pengabdian.
Ia mencontohkan, keberhasilan dalam karier pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan, tetapi juga oleh keseriusan seseorang dalam bekerja dan mengembangkan diri.
“Kalau yang memang serius dari awal, kemudian bekerjanya maksimal dari mulai 80 persen sampai 100 persen hingga menjadi PNS, nanti perbedaannya akan terlihat. Ada yang satu angkatan sudah menjadi kepala dinas, ada yang baru menjadi kepala seksi, bahkan ada yang masih staf. Mau maju atau tidak, itu ada pada diri kita sendiri, bukan pada orang lain,” jelasnya.
Melalui pembekalan tersebut, Gubernur Kalbar berharap para CPNS lulusan IPDN Angkatan XXXIII dapat menjadi generasi baru birokrasi yang mampu membawa perubahan positif, memperkuat pelayanan publik, serta mendukung pembangunan Kalimantan Barat. [SK]