Pontianak (Suara Pontianak) – Pemerintah Kota Pontianak kembali melanjutkan pembangunan kawasan waterfront di tepian Sungai Kapuas sebagai bagian dari strategi memperkuat wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyusuri waterfront di tepian Sungai Kapuas. Pembangunan waterfron akan berlanjut dari Gang Kamboja hingga H Mursyid.SUARAPONTIANAK/SK
Pembangunan lanjutan tahun 2026 akan dimulai dari kawasan Gang Kamboja hingga Gang H Mursyid. Proyek ini dirancang sebagai pekerjaan multiyears selama tiga tahun dengan dukungan anggaran tahap awal sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari APBD Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan bahwa proyek tersebut merupakan kelanjutan program penataan waterfront yang telah dirintis sejak tahun 2014.
“Kita akan melanjutkan pembangunan waterfront karena ini menjadi program kota yang sudah dirintis sejak lama. Jadi harus terus kita lanjutkan, walaupun bertahap, karena ini akan menampilkan wajah Kota Pontianak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, konsep pembangunan akan mengadopsi desain serupa dengan kawasan Parit Besar, namun diperkaya dengan berbagai elemen baru yang lebih modern, unik, dan ramah lingkungan tanpa meninggalkan kearifan lokal.
“Nanti akan ada bentuk-bentuk yang unik, instagramable, ramah lingkungan, dan tetap menampilkan kekhasan lokal. Misalnya ada tempat Meriam Karbit, spot rekreasi, olahraga, dan menyatu dengan taman yang akan dibangun di bawah Jembatan Duplikasi Kapuas I,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah kota masih berada pada tahap pembahasan teknis. Sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak akan segera dilakukan, khususnya terkait penataan bangunan yang berada di luar garis sempadan sungai.
Edi menegaskan, secara umum tidak banyak lahan yang perlu dibebaskan. Namun demikian, pemerintah tetap menyiapkan skema kompensasi bagi warga yang terdampak penataan.
“Kalau ada yang terdampak, nanti ada kompensasi perbaikan sesuai desain yang sudah kita rencanakan. Jadi kita ingin penataannya tetap berjalan dengan baik,” katanya.
Pembangunan waterfront ini diharapkan memberi dampak luas bagi Kota Pontianak, mulai dari penguatan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing daerah, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Untuk itu, Pemkot Pontianak juga berharap adanya dukungan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, mengingat Sungai Kapuas berada dalam kewenangan balai besar.
“Kita ingin ini tuntas. Tidak hanya mengandalkan APBD kota, tapi juga berharap ada dukungan dari provinsi dan pusat,” terang Edi.
Ia mengungkapkan, rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai Kapuas, DPR RI khususnya Komisi V, serta kementerian terkait. Respons yang diterima sejauh ini cukup positif, meski masih menghadapi tantangan efisiensi anggaran di tingkat pusat.
Di sisi lain, Edi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun. Pemerintah akan menyiapkan desain yang aman dan tahan terhadap kerusakan, termasuk kemungkinan pemasangan CCTV di sejumlah titik strategis.
“Kita berharap seluruh masyarakat ikut menjaga aset yang sudah dibangun. Karena tanpa kerja sama, akan sulit menjaga infrastruktur itu tetap baik,” pungkasnya.[SK]