![]() |
| Excavator di TPA Sungai Kosak Sanggau Terbakar.SUARAPONTIANAK/SK |
Peristiwa yang terjadi secara mendadak itu sempat memicu kepanikan di area kerja, mengingat excavator tengah dalam kondisi aktif saat kebakaran terjadi.
Operator alat berat, Hendro Febrianto, menuturkan bahwa insiden bermula ketika dirinya menjalankan excavator seperti biasa. Namun secara tiba-tiba, selang solar pada mesin mengalami kerusakan hingga pecah, menyebabkan bahan bakar bocor dan menyebar ke bagian mesin.
“Tidak lama kemudian muncul percikan api, diduga akibat korsleting pada sistem mesin. Api langsung membesar karena tersulut bahan bakar,” ungkapnya.
Api dengan cepat melalap bagian mesin excavator. Menyadari situasi semakin berbahaya, operator segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mencegah api meluas ke area sekitar TPA.
Petugas Damkar Kabupaten Sanggau yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melakukan pemadaman. Setelah berjibaku beberapa saat, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan kebakaran lanjutan.
Kapolsek Kapuas, Iptu Marianus, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu pecahnya selang solar yang menyebabkan kebocoran bahan bakar dan memicu korsleting. Tidak ditemukan unsur kesengajaan,” jelasnya.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil akibat terbakarnya alat berat masih dalam proses pendataan oleh pihak DLH Kabupaten Sanggau.
Kapolsek juga mengimbau agar seluruh pihak lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam pengoperasian alat berat, termasuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap komponen vital seperti selang bahan bakar.
Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi pengelola operasional, mengingat peran vital alat berat dalam mendukung pengelolaan sampah di daerah. Evaluasi menyeluruh serta peningkatan standar keselamatan kerja diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.[SK].jpg)