Kubu Raya (Suara Pontianak) – Ritual tutup mata naga sebagai penutup rangkaian perayaan Cap Go Meh 2026 digelar di halaman Yayasan Bhakti Suci, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (4/3/2026) sore. Prosesi ini menjadi simbol penghantaran kembali arwah naga ke langit setelah diyakini menjalankan tugasnya membersihkan energi negatif di bumi.
Prosesi pembakaran naga untuk menghantarkan roh naga ke langit di Halaman bhakti suci Rabu (04/03/2026) sore.SUARAPONTIANAK/SK
Sekretaris Panitia Cap Go Meh 2026, Adi Sucipto, mengatakan bahwa dari total 49 naga yang sebelumnya melakukan ritual buka mata naga, hanya 40 naga yang mengikuti prosesi tutup mata di lokasi tersebut.
“Sisanya mereka melakukan pembakaran di kawasan Pontianak Utara. Itu tidak menjadi masalah, yang penting setiap naga yang telah dibuka matanya tetap harus ditutup kembali,” ujar Adi.
Ia menjelaskan, ritual tutup mata naga merupakan tradisi tahunan yang menjadi bagian penting dari puncak perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat. Tradisi ini melambangkan berakhirnya masa tugas naga di bumi sebelum kembali ke alam asalnya.
Menurut Adi, di Kalimantan Barat, prosesi ini umumnya digelar secara meriah di dua daerah, yakni Kota Singkawang dan Kubu Raya yang dikenal sebagai pusat kegiatan budaya Tionghoa saat Cap Go Meh.
“Ini merupakan tradisi tahunan. Kami berharap ke depan pihak terkait dapat mengemas kegiatan ini lebih rapi sehingga bisa menjadi ikon wisata budaya yang memberikan dampak positif bagi daerah,” tuturnya.
Adi juga menambahkan bahwa pelaksanaan ritual tahun ini menyesuaikan dengan momentum bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan selesai sebelum pukul 17.00 WIB agar tidak mengganggu umat Muslim yang akan melaksanakan ibadah berbuka puasa.
Dengan pengaturan waktu tersebut, diharapkan perayaan budaya tetap dapat berjalan harmonis dan saling menghormati antarumat beragama di Kalimantan Barat.[SK]