– Kebakaran melanda SD Negeri 03 Nibung di Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Senin (2/3/2026) sekitar pukul 16.20 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan sekitar satu setengah bangunan ruang kelas yang sudah tidak difungsikan serta empat unit toilet yang juga dalam kondisi tidak terpakai.
Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Paloh langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu proses pemadaman api bersama masyarakat setempat.
Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, melalui Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial M (27). Saat itu, saksi baru saja pulang menjala ikan dan hendak kembali ke rumahnya yang berada di asrama sekolah.
“Dalam perjalanan pulang, saksi melihat asap mengepul dari arah sekolah. Awalnya dikira ada warga yang membakar sampah. Namun setelah dicek lebih dekat, ternyata bangunan sekolah sudah dalam kondisi terbakar,” ujar AKP Sadoko.
Menurutnya, saat saksi bersama istrinya tiba di lokasi, api sudah membesar dan mulai merambat ke bagian atap bangunan. Warga sekitar pun segera berinisiatif meminta bantuan dan meminjam mesin Robin untuk melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya.
“Saksi bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan mesin Robin dan alat yang tersedia. Tidak lama kemudian, anggota Polsek Paloh tiba di tempat kejadian perkara dan langsung turut membantu proses pemadaman,” jelasnya.
Proses pemadaman juga melibatkan mesin Robin milik Polsek Paloh, Yayasan Graha Budi Luhur Nibung, serta alat semprot milik warga. Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.40 WIB berkat sinergi antara kepolisian, TNI, pihak sekolah, dan masyarakat.
AKP Sadoko menegaskan, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi dan mengamankan lokasi, membantu pemadaman, memeriksa saksi-saksi, memasang garis polisi, hingga melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kebakaran.
“Untuk sumber api masih dalam proses penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di bangunan sekolah maupun gedung yang sudah tidak lagi digunakan.
“Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.[SK]