![]() |
| Seorang perempuan muda di Desa Sentebang, Kecamatan Jawai, meninggal dunia setelah tersambar petir saat panen padi di sawah.SUARAPONTIANAK/SK |
Kapolres Sambas AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasi Humas Polres Sambas AKP Sadoko menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 05.40 WIB. Saat itu, korban berinisial WDM bersama ibunya, N, berangkat ke ladang untuk memanen padi. Sekitar pukul 06.20 WIB, korban sedang merontokkan padi secara manual di tengah kondisi cuaca yang mendung.
“Tiba-tiba petir menyambar lokasi tempat korban bekerja. Saksi N yang berada tidak jauh dari korban sempat menoleh ke belakang, namun tidak lagi melihat anaknya. Ia kemudian memanggil nama korban berulang kali, tetapi tidak mendapatkan respons,” jelas AKP Sadoko.
Dilanda kepanikan, sang ibu mendekati titik terakhir korban berada dan mendapati WDM telah tergeletak di tanah. Ia kemudian meminta pertolongan kepada warga yang melintas di depan ladang untuk membantu proses evakuasi.
Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sentebang menggunakan mobil pikap milik warga. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, pihak keluarga memutuskan untuk merujuk korban ke RSUD Pemangkat menggunakan ambulans Puskesmas Sentebang guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.
AKP Sadoko menambahkan, informasi kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Polsek Jawai sekitar pukul 11.30 WIB melalui unggahan di media sosial. Petugas kemudian melakukan konfirmasi kepada abang kandung korban, AES, yang membenarkan peristiwa sambaran petir tersebut.
“Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 1 Februari 2026, setelah menjalani perawatan medis di RSUD Pemangkat,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, Polres Sambas menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya di area persawahan atau ladang, apabila cuaca mendung dan berpotensi hujan disertai petir.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada demi mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkas AKP Sadoko.[SK]