Kubu Raya (Suara Pontianak) – Insiden pelemparan bom rakitan di lingkungan SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang melibatkan seorang siswa kelas IX, memicu keprihatinan berbagai pihak. Kepolisian menegaskan penanganan kasus dilakukan dengan pendekatan pembinaan serta perlindungan anak.
Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto saat menyambangi tempat kejadian pekara Selasa (03/02/2026) sore.SUARAPONTIANAK/SK
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan dirinya telah bertemu langsung dengan siswa tersebut. Dari hasil pertemuan, kondisi anak dinyatakan baik dan saat ini dalam pendampingan petugas bersama pihak terkait.
“Saya lihat kondisinya baik, bahkan ia bercerita ingin menjadi mekanik ketika dewasa,” ujar Pipit, Rabu (4/2/2026).
Menurut Kapolda, hasil pendalaman sementara menunjukkan faktor keluarga menjadi aspek penting dalam kasus ini. Polisi menemukan kondisi keluarga anak sedang tidak stabil karena ayah dan kakeknya dalam keadaan sakit, sehingga berpengaruh terhadap kondisi psikologisnya.
“Keluarganya sedang mengalami masalah kesehatan. Ini akan kita dalami untuk memahami kondisi psikologis dan sosial anak,” jelasnya.
Polda Kalbar menegaskan tidak mengedepankan pendekatan represif, melainkan pembinaan dan rehabilitasi agar anak tetap mendapatkan masa depan yang baik.
Kapolda juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, baik di rumah, sekolah maupun lingkungan pergaulan sehari-hari.
“Untuk anak ini kami dampingi dulu beberapa hari ke depan bersama pihak terkait,” tutupnya.[SK]