Sakral dan Meriah, Ritual Naga Buka Mata Awali Rangkaian Imlek di Melawi

Editor: Admin author photo

Ritual Naga buka mata di Klenteng Fuk Tet Chie Nanga Pinoh.SUARAPONTIANAK/SK
Melawi (Suara Pontianak) – Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kabupaten Melawi kembali berlangsung semarak. Di Kota Nanga Pinoh, tradisi tahunan Festival Naga diawali dengan prosesi sakral Naga Buka Mata, Kamis pagi (12/2/2026).

Ritual yang diselenggarakan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Melawi itu digelar di Klenteng Fuk Tet Chi sebelum replika naga diarak mengelilingi kawasan pasar Nanga Pinoh dan disambut antusias masyarakat.

Prosesi Naga Buka Mata bukan sekadar seremoni. Dalam tradisi Tionghoa, ritual tersebut melambangkan “menghidupkan” naga yang akan digunakan dalam arak-arakan. Secara filosofi, pembukaan mata naga dipercaya sebagai simbol kebangkitan energi, harapan baru, keberuntungan, serta perlindungan bagi masyarakat di tahun yang baru.

Melalui doa dan tata cara adat yang khidmat, naga diyakini memiliki kekuatan spiritual untuk membawa berkah, menolak bala, serta menghadirkan keharmonisan dan kesejahteraan bagi lingkungan sekitar. Tak heran, momen ini selalu menjadi bagian paling sakral dan dinantikan dalam rangkaian perayaan Imlek di Melawi.

Ketua MABT Melawi, Taufik, mengatakan ritual tersebut menjadi pembuka seluruh agenda perayaan tahun ini.

“Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perayaan Imlek tahun ini. Kami ingin menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh rangkaian kegiatan mendapat dukungan dari Yayasan Mawar dan BSPBK Nanga Pinoh. Puncak perayaan Imlek direncanakan berlangsung pada 16 Februari malam di Gedung MABT Melawi/BSPBK.

Di bawah kepemimpinannya, MABT Melawi dinilai semakin aktif menggelar perayaan secara terbuka. Selain menjaga nilai religius dan budaya, kegiatan juga memperkuat kebersamaan lintas etnis di Kabupaten Melawi.

Seorang warga Tionghoa mengaku bangga atas konsistensi panitia dalam menyelenggarakan perayaan setiap tahun.

“Kami sangat berterima kasih. Di bawah komando Pak Taufik, perayaan Imlek di Melawi berjalan baik, tertib, dan penuh makna,” ungkapnya.

Festival Naga dan ritual Naga Buka Mata menjadi bukti bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas budaya yang terus dijaga. Di tengah modernisasi, masyarakat Tionghoa Nanga Pinoh tetap mempertahankan nilai spiritual, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai ruh utama perayaan Imlek.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini