Rajutan Benang Penuh Cerita, Karya Mutmainah dari Pontianak Tembus Pasar Nasional

Editor: Admin author photo

Mutmainah saat sedang membuat pesanan salah satu pelanggan di tokonya yang beralamat di Jalan Ampera Kota Pontianak Kalimantan Barat Minggu(01/02/2026).SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Dengan penuh ketelatenan, Mutmainah, salah satu perajin rajutan asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terus menggerakkan jarum rajut di tangannya. Dari benang-benang sederhana, ia mampu melahirkan beragam karya bernilai seni tinggi, mulai dari tas, dompet, topi, gantungan kunci, hingga bunga rajut yang diminati berbagai kalangan.

Bagi Mutmainah, rajutan bukan sekadar produk fungsional. Setiap simpul benang yang terangkai menyimpan cerita tentang ketekunan, kreativitas, serta kecintaannya pada karya buatan tangan. Sentuhan desain yang unik membuat produk rajutannya memiliki daya tarik tersendiri, terutama di kalangan anak muda dan pecinta produk lokal yang mengutamakan nilai estetika dan keaslian.

“Pecinta hasil karya saya beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, baik perempuan maupun laki-laki. Salah satu yang paling sering laku adalah gantungan kunci rajut,” ujar Mutmainah, Minggu (1/2/2026) siang.

Meski teknik merajut tergolong sederhana dan peralatannya tidak rumit, perjalanan Mutmainah dalam mengembangkan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan bahan baku di Pontianak menjadi tantangan yang kerap ia hadapi. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, ia harus memesan benang rajut dari luar daerah.

“Kalau stok benang di Pontianak kosong atau jenisnya terbatas, saya terpaksa pesan dari luar kota supaya pesanan konsumen tetap terpenuhi,” tuturnya.

Namun, kegigihan tersebut membuahkan hasil. Melalui pemasaran digital dan pemanfaatan platform marketplace, karya rajutan Mutmainah kini tidak hanya beredar di Pontianak, tetapi juga telah menjangkau konsumen hingga Jakarta.

“Pesanan yang datang menjadi bukti bahwa produk kerajinan lokal punya peluang besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kreasi,” jelasnya.

Bagi Mutmainah, merajut bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara untuk bertahan dan terus berkembang. Ia berharap ke depan dukungan terhadap perajin lokal semakin meningkat, baik dalam hal ketersediaan bahan baku maupun akses pemasaran, sehingga lebih banyak karya anak daerah Kalimantan Barat yang mampu bersaing dan dikenal di tingkat nasional.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini