Pontianak (Suara Pontianak) – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus penularan Virus Nipah di Kota Pontianak. Meski demikian, pemerintah daerah meminta seluruh fasilitas kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan penyakit tersebut.
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono Saat Menyampaikan Keterangan Terkait Virus Nipah di kota Pontianak, Kamis (05/02/2025).SUARAPONTIANAK/SK
Hal itu disampaikan Edi usai menghadiri kegiatan pada Kamis (5/2/2026). Ia menegaskan Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan puskesmas diminta aktif memantau pasien dengan gejala awal yang menyerupai influenza.
“Virus Nipah belum terdapat kasusnya, tapi di jajaran dinas kesehatan, rumah sakit, serta puskesmas kita minta tetap siaga, terutama terhadap gejala virus yang kita ketahui seperti flu,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak menyepelekan keluhan kesehatan, terutama demam dan gangguan pernapasan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Masyarakat juga harus waspada. Kalau ada yang mengalami gejala seperti itu, segera datang ke pusat kesehatan untuk dilakukan pengobatan,” tambahnya.
Edi menjelaskan Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui babi dan kelelawar buah sebagai inang alami. Penularan bisa terjadi melalui air liur, urin, maupun makanan yang terkontaminasi, bahkan dapat menyebar antar manusia melalui droplet atau cairan tubuh.
Menurutnya, konsumsi kelelawar hampir tidak ditemukan di Kota Pontianak, namun peredaran daging babi tetap menjadi perhatian sehingga perlu pengawasan ketat dari instansi terkait.
“Kalau penularan melalui daging babi dan kelelawar, kalau kelelawar sepertinya di Kota Pontianak tidak ada warga yang mengonsumsi. Tapi kalau daging babi kan cukup banyak, ini tentu Dinas Pertanian juga melakukan upaya untuk memastikan daging yang beredar itu sehat. Warga juga harus tetap waspada,” jelasnya.
Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan langkah pencegahan berjalan optimal sekaligus menjaga masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi isu Virus Nipah.
Virus Nipah diketahui memiliki gejala awal menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan pilek. Dalam kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak yang berpotensi fatal.
Karena itu, deteksi dini, kebersihan makanan, serta kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran penyakit berbahaya tersebut.[SK]