KPID Kalbar Gelar Sosialisasi Peliputan Cap Go Meh

Editor: Admin author photo

Pontianak (Suara Pontianak) - Cap Go Meh atau perayaan hari kelima belas dalam Kalender Tionghoa merupakan agenda pariwisata unggulan Kalimantan Barat yang selalu menarik perhatian nasional hingga internasional. Momen ini juga selalu menjadi agenda liputan penting bagi lembaga penyiaran. Namun di balik meriahnya perayaan Cap Go Meh, ada atraksi tatung yang proses peliputannya memerlukan perhatian khusus. Sehingga dalam pemberitaannya, pesan tentang kearifan budaya lokal tetap menjadi suguhan utama. 

Untuk itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat menggelar Sosialisasi Peliputan Festival Budaya Cap Go Meh 2026, pada hari Sabtu, 7 Februari 2026. Acara yang berlangsung secara daring ini, diikuti oleh Lembaga Penyiaran Publik dan Lembaga Penyiaran Swasta se-Kalimantan Barat. Agenda ini menghadirkan Jurnalis Senior, Syahnanto Noerdin, sebagai narasumber. 

Dalam sosialisasi ini, dibahas bagaimana panduan peliputan festival budaya Cap Go Meh, agar tetap selaras dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Sebab dalam pasal 8 P3SPS disebutkan, Lembaga Penyiaran dalam memproduksi atau menyiarkan keunikan suku budaya, wajib mempertimbangkan ketidaknyamanan khalayak atas program tersebut. Dengan pemberitaan yang berimbang, menjunjung kode etik jurnalistik, serta menghormati khasanah budaya, maka produk penyiaran dapat berdampak positif bagi Pembangunan daerah. 

Syahnanto menekankan, Imlek dan Cap Go Meh Kalimantan Barat memiliki daya tarik yang sangat besar, baik dari sisi budaya mau pun pariwisata. Namun, media tetap wajib memperhatikan batasan-batasan sesuai P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran). Seperti tidak menampilkan unsur kekerasan, tidak mengeksploitasi simbol keagamaan secara berlebihan, dan menghindari tayangan yang dapat menimbulkan misinterpretasi di masyarakat. 

“Momentum Imlek di Singkawang seharusnya menjadi ruang memperkuat persatuan dan kebanggaan budaya Indonesia. Media memiliki peran strategis untuk menghadirkan tayangan yang berkualitas, menyejukkan, ramah anak, dan membawa manfaat untuk publik,” ungkap Syahnanto. 

Ketua KPI Pusat Ubaidillah, dalam sambutannya mengapresiasi KPID Kalbar yang melaksanakan sosialisasi ini. “TV dan Radio memiliki tanggung jawab untuk menyiarkan program budaya ini secara masif. Sehingga TV dan Radio dapat berperan dalam peningkatan perekonomian daerah melalui pariwisata,” ujarnya.

Kepala Diskominfo Kalimantan Barat, Christianus Lumano, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid Informasi Publik, Uslan, mengungkapkan harapannya agar peliputan festival budaya membawa kebaikan bagi Kalimantan Barat. “Peliputan yang akurat dan berimbang akan menentukan bagaimana agenda budaya dipersepsikan dengan baik di masyarakat. Ini penting untuk membangun narasi positif dalam penguatan karakter daerah,” pesannya. 

Pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) sekaligus Anggota DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra, turut hadir dalam sosialisasi ini. Selain memaparkan kesiapan MABT, Sumberanto juga memastikan Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya akan menjadi perayaan milik etnis Tionghoa, tapi juga untuk seluruh masyarakat. Ia memastikan, MABT akan mendukung Lembaga Penyiaran dalam melakukan peliputan. 

Ketua KPID Kalimantan Barat, Ramdan, berterima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara. Seperti Diskominfo Kalimantan Barat, Disporapar Kalimantan Barat, MABT, dan segenap insan penyiaran Kalimantan Barat. “Agenda ini diharapkan dapat mengingatkan kembali Lembaga Penyiaran untuk senantiasa menjalankan tugasnya sesuai P3SPS dan tetap menghormati Khazanah budaya Tionghoa dalam peliputannya. Sehingga informasi dapat terhimpun dengan baik, dan masyarakat Tionghoa tetap menjalankan perayaan mereka dengan khidmat,”pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini