Pernikahan di Tengah Banjir Pekalongan, Pengantin Naik Perahu dan Tamu Terobos Genangan

Editor: Admin author photo

Banjir yang merendam Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melahirkan kisah unik sekaligus mengharukan. Di tengah genangan air, pasangan pengantin Vivi Risma Ramadhani dan Syaefudin Askuri tetap melangsungkan pernikahan pada Minggu, 18 Januari 2026.SUARAPONTIANAK/BERITASATU.COM
Pekalongan (Suara Pontianak) – Banjir yang merendam Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, melahirkan kisah unik sekaligus mengharukan. Di tengah genangan air yang mengepung permukiman warga, pasangan pengantin Vivi Risma Ramadhani dan Syaefudin Askuri tetap melangsungkan prosesi pernikahan pada Minggu (18/1/2026).

Prosesi akad nikah hingga resepsi sederhana tetap digelar meski akses jalan menuju lokasi acara terendam banjir. Momen pengantin, tamu undangan, hingga perjalanan keluar rumah yang harus melewati genangan air pun diabadikan warga dan viral di berbagai platform media sosial.

Vivi mengaku sama sekali tidak membayangkan hari bahagianya akan berlangsung dalam kondisi banjir. Ia menuturkan, air mulai menggenangi desa secara tiba-tiba pada malam hari, tepat setelah acara malam tamuan digelar.
“Namanya juga musibah, tidak tahu sebelumnya. Banjir datang malam-malam, pas sebelumnya malam tamuan,” ujar Vivi.

Menurutnya, hujan memang kerap mengguyur wilayah Pekalongan hampir setiap hari sepanjang Januari. Namun, tidak ada tanda-tanda akan terjadi banjir besar. Selain itu, tanggal pernikahan telah ditentukan jauh hari dan tidak memungkinkan untuk diundur karena pertimbangan kepercayaan keluarga.
“Kalau tahu bakal banjir ya tetap dilaksanakan. Tanggalnya sudah ditentukan dan sudah dihitung,” katanya.

Akad nikah tetap berlangsung pada Minggu pagi meski situasi desa belum sepenuhnya pulih. Dari sekitar 200 undangan yang disebar, tidak semua tamu dapat hadir karena sejumlah akses jalan ditutup akibat banjir. Meski demikian, sebagian tamu tetap berusaha datang dengan kondisi seadanya.

“Ada yang datang pakai celana pendek, ada juga yang kirim amplop lewat transfer karena jalannya tertutup banjir,” tutur Vivi sambil tersenyum.

Momen paling menyita perhatian terjadi saat pasangan pengantin harus menaiki perahu untuk melewati genangan air di sekitar lokasi acara. Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga dan terekam kamera, lalu menyebar luas di media sosial.
“Sempat naik perahu juga. Mungkin karena itu banyak yang posting,” ungkap Vivi.

Di balik viralnya pernikahan tersebut, para pekerja acara juga harus bekerja ekstra. Kharisma Hidayati, make up artis (MUA) pengantin, mengaku ini bukan kali pertama dirinya merias pengantin di tengah banjir.
“Tahun ini sudah dua kali dapat order rias pengantin pas banjir. Tidak ada pembatalan,” ujarnya.

Meski sempat khawatir terhadap keselamatan kru dan peralatan rias, Kharisma bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
“Alhamdulillah walaupun banjir besar, tidak ada properti yang rusak,” pungkasnya.[Beritasatu.com]

Share:
Komentar

Berita Terkini