Gas Elpiji 3 Kg Langka di Kubu Raya, Harga Tembus Rp30 Ribu Jelang Ramadan

Editor: Admin author photo

Antusias masyarakat dalam operasi pasar gas LPG di desa Kuala Dua Jumat(30/01/2026) siang.SUARAPONTIANAK/SK
Kubu Raya (Suara Pontianak) – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram masih dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, masyarakat mengaku harus merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.

Sari, salah seorang warga Desa Kuala Dua, mengungkapkan harga gas LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan kini mencapai Rp20 ribu per tabung. Sementara di warung kecil atau pengecer, harganya melonjak hingga Rp25 ribu, bahkan bisa menyentuh Rp30 ribu saat pasokan semakin menipis.

“Di pangkalan sekarang dijual Rp20 ribu. Kalau sudah susah, di warung bisa sampai Rp30 ribu,” kata Sari, Jumat (30/1/2026) siang.

Ia menuturkan, satu tabung gas elpiji 3 kilogram tidak lagi mencukupi kebutuhan memasak keluarganya selama satu pekan. Akibatnya, ia terpaksa menyiapkan lebih dari satu tabung setiap minggu.

“Seminggu satu tabung tidak cukup. Jadi biasanya saya harus menyiapkan dua tabung gas setiap pekannya,” tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Salmah, warga lainnya. Ia menyebutkan bahwa menjelang bulan suci Ramadan, gas elpiji semakin sulit ditemukan di pasaran. Demi bisa memasak, ia terpaksa membeli gas dengan harga yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Sekarang ini gas susah sekali. Jadi terpaksa keliling mencari, yang penting ada dan bisa masak, meskipun harganya mahal,” jelas Salmah.

Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menstabilkan pasokan gas elpiji bersubsidi. Operasi pasar gas LPG yang digelar di sejumlah kecamatan pun disambut positif oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi kelangkaan yang masih terjadi.

Warga berharap operasi pasar tersebut dapat digelar secara rutin agar pasokan gas elpiji 3 kilogram kembali lancar dan harga di tingkat masyarakat dapat kembali normal.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini