BPBD Pontianak Duga Kebakaran Lahan Dipicu Pembakaran Sengaja, Temukan Botol Bensin di Lokasi

Editor: Admin author photo

Muhammad Nasir, Kepala BPBD Kota Pontianak saat diwawancarai di Kantor BPBD Kota Pontianak pada Senin (26/01/2026).SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menduga sejumlah kebakaran lahan yang terjadi dalam sepekan terakhir bukan dipicu faktor alam, melainkan akibat pembakaran yang disengaja. Dugaan tersebut menguat setelah petugas menemukan indikasi kuat adanya aktivitas pembakaran di sejumlah lokasi rawan kebakaran.

Kepala BPBD Kota Pontianak, Muhammad Nasir, mengungkapkan salah satu lokasi yang diduga sengaja dibakar berada di Gang Masjid, Jalan Parit H Husein II. Informasi awal diterima dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas pembakaran lahan di kawasan tersebut.

“Saat petugas tiba di lokasi, pelaku sudah melarikan diri. Di sana kami menemukan botol bekas minuman soda berisi bensin serta karung berisi daun pisang kering yang diduga digunakan untuk membakar lahan. Barang-barang tersebut sudah kami serahkan ke polsek untuk ditindaklanjuti,” ujar Nasir saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Nasir menegaskan, BPBD Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna mengungkap pelaku serta menelusuri motif di balik dugaan pembakaran lahan tersebut.

“Untuk menindaklanjuti kasus ini diperlukan pembuktian, pengumpulan barang bukti, dan keterangan saksi. Itu sudah masuk ranah pidana, sehingga kami terus berkoordinasi dengan kepolisian,” jelasnya.

Sejak pertengahan Januari 2026, BPBD Pontianak telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan membentuk tim piket dan monitoring untuk memantau wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Fokus pengawasan diarahkan ke tiga kecamatan, yakni Pontianak Selatan, Pontianak Tenggara, dan Pontianak Utara, yang mencakup delapan kelurahan.

Nasir memaparkan, titik api mulai muncul dan menyebar sejak 15–16 Januari 2026, dengan kejadian karhutla di kawasan Purnama 2 Dalam yang sempat meluas hingga Perdana Ujung. Berkat upaya cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum meluas lebih jauh.

Namun, setelah kejadian tersebut, titik api kembali terdeteksi di wilayah Parit Haji Husein II dan Sepakat II, meski dengan skala yang relatif kecil.

Menurut Nasir, karakteristik wilayah Pontianak yang didominasi lahan gambut menjadi salah satu faktor utama yang membuat kebakaran mudah terjadi dan api cepat menyebar.

“Kemungkinan penyebaran api melalui lahan gambut, sehingga rembesannya bisa menjalar ke area lain,” pungkasnya.

BPBD Kota Pontianak kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat setempat guna mencegah kebakaran yang lebih luas dan berdampak pada kesehatan serta lingkungan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini