![]() |
| Abrasi Pantai Kahona, Desa Sarang Burung Danau, Kecamatan Jawai, semakin mengkhawatirkan. Belasan rumah warga terdampak, dua di antaranya rusak parah.SUARAPONTIANAK/SK |
Kepala Desa Sarang Burung Danau, Halimras, mendesak pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sambas, untuk segera mengambil langkah penanganan serius. Ia menilai kondisi saat ini sudah masuk kategori darurat dan membutuhkan bantuan nyata, termasuk relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak abrasi.
Halimras mengungkapkan kekecewaannya lantaran hingga kini belum terlihat adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah terhadap musibah yang dialami masyarakat pesisir. Padahal, abrasi pantai telah menyebabkan kerusakan pada banyak rumah dan berpotensi menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera ditangani.
“Dampak abrasi ini sudah merusak banyak rumah warga. Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah, terutama untuk relokasi rumah-rumah yang terdampak bencana,” tegas Halimras.
Sementara itu, Kepala Dusun Kuala Baru, Desa Sarang Burung Danau, Hermanto, menyampaikan bahwa jumlah rumah warga yang terdampak abrasi mencapai belasan unit. Dari jumlah tersebut, dua rumah mengalami kerusakan paling parah, sementara rumah lainnya terdampak timbunan pasir dan terus tergerus air laut.
Hermanto menjelaskan bahwa abrasi pantai sejatinya terjadi hampir setiap tahun. Namun, kondisi terparah dirasakan sejak akhir tahun 2025 hingga sekarang, tepatnya sejak bulan November lalu.
“Abrasi memang rutin setiap tahun, tapi yang paling parah itu sejak akhir 2025 sampai sekarang. Kalau tidak ada penahan ombak, kemungkinan tahun depan kondisinya akan lebih parah lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketiadaan bangunan penahan ombak di sepanjang pantai menjadi salah satu faktor utama penyebab abrasi semakin meluas. Usulan pembangunan penahan ombak sudah beberapa kali diajukan oleh pemerintah desa, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Tak hanya itu, kawasan mangrove yang sebelumnya berfungsi sebagai pelindung alami pantai juga semakin berkurang. Mangrove di dekat garis pantai kini nyaris habis, diduga akibat penebangan, sementara yang tersisa berada lebih jauh ke arah daratan.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan dengan penanganan yang serius, baik melalui pembangunan penahan ombak maupun relokasi warga, agar abrasi tidak semakin meluas dan keselamatan masyarakat pesisir Desa Sarang Burung Danau dapat terjamin,” pungkasnya.[SK]