Terancam Gelombang Tinggi dan Rob, Warga Sambas Waswas Melintasi Jembatan Matang Danau

Editor: Admin author photo

 

Kondisi jembatan Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas yang diterjang gelombang dan rob.SUARAPONTIANAK/SK
Sambas (Suara Pontianak) – Gelombang laut tinggi yang disertai banjir rob terus mengancam keberadaan Jembatan Matang Danau di wilayah pesisir Paloh, Kabupaten Sambas. Kondisi ini membuat warga kian resah, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antar kecamatan yang menopang aktivitas sosial dan roda perekonomian masyarakat.

Salah seorang warga setempat, Indra, mengatakan hingga saat ini Jembatan Matang Danau masih dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Namun, setiap kali air pasang dan gelombang besar datang, kekhawatiran akan keselamatan jembatan selalu menghantui warga.

“Untuk sekarang memang masih bisa dilewati. Tapi kalau gelombang besar datang, kami takut jembatan ini tidak kuat dan bisa putus,” ujar Indra, Senin (15/12/2025).

Ia menjelaskan, kondisi serupa sudah terjadi berulang kali sejak 2023, khususnya menjelang akhir tahun. Ketika gelombang laut meningkat dan bertepatan dengan banjir rob, air laut bahkan dapat naik hingga ke badan jembatan.

“Kalau rob ditambah gelombang besar, air bisa naik sampai ke badan jembatan. Biasanya terjadi subuh hari, siangnya mulai surut sehingga warga masih bisa melintas,” jelasnya.

Menurut Indra, Jembatan Matang Danau memiliki peran yang sangat strategis sebagai jalur utama penghubung antar kecamatan. Jembatan ini menjadi akses penting bagi mobilitas harian warga, distribusi logistik, hingga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Paloh.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjamin keselamatan pengguna jalan. Salah satu harapan utama masyarakat adalah pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh serta memiliki ketinggian yang memadai agar mampu bertahan dari terjangan gelombang laut dan banjir rob.

“Kami berharap ada jembatan baru yang lebih tinggi dan kuat, supaya masyarakat tidak lagi merasa waswas saat melintas,” pungkas Indra.

Warga menilai penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Sambas.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini