Siapkan Insinyur Lokal Hadapi PSN, DIB Dorong SDM Kalbar Lewat Operations Development Program

Editor: Admin author photo

 

Proses Walk-in Interview Operations Development Program KIPP di Universitas Tanjungpura, Pontianak awal Desember lalu. ODP memprioritaskan putra-putri Kalimantan Barat, terutama dari sekitar wilayah operasional seperti Kayong Utara.SUARAPONTIANAK/SK
Kayong Utara (Suara Pontianak) – Sebagai provinsi terluas kedua di Indonesia, Kalimantan Barat menyimpan potensi kekayaan alam yang besar sekaligus tantangan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu berperan aktif dalam pembangunan. Pesatnya pembangunan wilayah, khususnya di sektor industri, menuntut kesiapan tenaga kerja terampil, terutama insinyur dari berbagai disiplin ilmu teknik.

Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025, terdapat sembilan kawasan industri di Pulau Kalimantan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), dan empat di antaranya berada di Kalimantan Barat. Fakta ini menandakan bahwa geliat pembangunan industri di Kalbar akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring kebutuhan tenaga ahli yang semakin besar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Dharma Inti Bersama (DIB) selaku pengelola Kawasan Industri Penebang (KIPP) salah satu PSN di Kalimantan Barat menginisiasi Operations Development Program (ODP) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM lokal.

Program ODP menjadi wujud nyata kontribusi sektor swasta dalam pembangunan Kalimantan Barat, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan industri, tetapi juga pada penguatan kualitas SDM yang akan menjadi penggerak utama pembangunan tersebut. DIB meyakini bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi besar, talenta muda, serta tenaga kerja lokal yang perlu didukung dan diberi ruang untuk berkembang.

Melalui ODP, DIB menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan dan memaksimalkan penyerapan tenaga kerja asli Kalimantan Barat. Di KIPP, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama, sehingga kehadiran kawasan industri tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk maju, berdaya saing, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pelaksanaan Operations Development Program berlangsung pada awal Desember 2025 di Ruang Conference Universitas Tanjungpura (Untan). Kegiatan ini berhasil menarik ratusan kandidat putra daerah dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Para peserta akan mengikuti pembekalan intensif yang mencakup penguatan kepemimpinan (leadership), peningkatan kemampuan teknis (technical skill), hingga pengenalan langsung terhadap praktik industri modern.

Tak hanya itu, program ODP juga membuka peluang bagi peserta terpilih untuk memperoleh pengalaman belajar dan exposure industri di luar negeri, seperti Tiongkok, guna memperluas wawasan dan meningkatkan daya saing global para calon engineer muda Kalbar.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat proses walk-in interview. Tidak hanya dari jumlah pendaftar yang membludak, tetapi juga dari cerita perjuangan dan tekad para peserta. Banyak di antara mereka datang tidak sekadar membawa CV, melainkan semangat kuat untuk ikut membangun tanah kelahirannya. Bagi para pelamar, ODP bukan sekadar agenda rekrutmen, melainkan pintu menuju masa depan sebagai insinyur di industri berskala besar.

Beberapa peserta bahkan rela menempuh perjalanan jauh, menyeberang dengan kapal selama berjam-jam demi mengikuti proses seleksi. Ada pula yang telah mencoba melamar berkali-kali sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan lolos ke tahap berikutnya.

“Program ini bisa mewujudkan mimpi saya sebagai seorang engineer. Saya berharap dapat mengembangkan karier di KIPP. Melalui ODP ini, para fresh graduate seperti saya punya kesempatan dan dipersiapkan untuk bersaing serta membangun jalur karier yang lebih jelas ke depannya,” ujar Robin, salah satu pelamar asal Kabupaten Kayong Utara.

Saat ini, 69 persen tenaga kerja di KIPP berasal dari Kalimantan Barat, dan angka tersebut terus diupayakan untuk meningkat. Dengan semakin besarnya serapan tenaga kerja lokal, diharapkan akan tercipta multiplier effect bagi Kabupaten Kayong Utara dan wilayah sekitarnya, sehingga mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara berkelanjutan.

Melalui ODP, PT Dharma Inti Bersama menegaskan bahwa pembangunan industri dan pembangunan manusia harus berjalan seiring, agar kemajuan Kalimantan Barat benar-benar dirasakan oleh masyarakatnya sendiri.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini