Sekadau (Suara Pontianak) - Hujan gerimis yang turun sejak pagi tidak menyurutkan kekhusyukan umat Islam dalam melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 H di Terminal Lawang Kuari, Sekadau, Senin (31/3/2025).Suasanan Sholat Idul Fitri di Terminal Lawang Kuari Sekadau, Senin (31/3/2025). SUARAPONTIANAK.COM/Ist
Sejak pukul 06.00 WIB, jamaah mulai memadati area terminal dengan membawa tikar yang kemudian dilapisi sajadah untuk melaksanakan sholat Idul Fitri.
Sholat Idul Fitri yang digelar Masjid Besar Al Falah Kecamatan Sekadau Hilir ini dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan Imam H. Syafi’i Yanto, Khatib Muhammad Ali, dan Bilal Ridho Pasaribu.
Dalam khutbahnya, Muhammad Ali menguraikan makna Hari Raya Idul Fitri serta tarbiyah Ramadhan yang telah dilaksanakan melalui ibadah puasa selama satu bulan penuh. Ia menekankan bahwa Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat Islam setelah menjalani bulan suci Ramadhan.
“Kita sebagai umat Islam harus senantiasa menjaga kesabaran dan keteguhan. Hidup dalam segala keadaan harus disyukuri serta bersabar dalam menghadapi kesulitan,” ujar Muhammad Ali dalam khutbahnya.
Selain itu, Khatib juga mengajak umat Islam untuk mempererat tali silaturahmi dalam momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Menjalin silaturahmi dengan keluarga dan sesama merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus kita lestarikan,” tambahnya.
Pelaksanaan sholat Idul Fitri di Terminal Lawang Kuari berlangsung lancar dan khidmat. Sejumlah titik dijaga oleh aparat keamanan dari Polri, TNI, serta anggota Bankom RAPI untuk memastikan kelancaran ibadah. Selain di Terminal Lawang Kuari, sholat Idul Fitri juga digelar di sejumlah masjid di Sekadau, termasuk di Masjid Agung Sultan Anum Sekadau. [lay]