BPBD Kabupaten Kayong Utara Imbau Waspada Curah Hujan Tinggi

Editor: Redaksi author photo

Kayu tumbang di jalan akibat diterjang angin kencang di Kayong Utara. SUARAPONTIANAK.COM/ist
Kayong Utara (Suara Pontianak )- Akibat kejadian pohon tumbang beberapa waktu lalu menjadi salah satu bencana yang membahayakan di kabupaten kayong utara akibat musim hujan dan disertai anggin yang begitu kencang.

Mengenai hal itu Badan Penagulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan dari tinggal 1 dan 11 Januari 2024 pada 10 hari (Dasarian I dan II), Minggu (21/1/2024)

Untuk itu, berdasarkan rilis cuaca BMKG kayong utara ialah masuk kategori waspada pada beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, Pulau Maya dan Seponti serta untuk potensi hujan juga masih terjadi pada bulan Februari dan Maret 2024.

Berdasarkan data kejadian pada 19 Januari 2024 telah terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang di Kecamatan Sukadana yang mengakibatkan 2 pohon tumbang pada jalan raya menuju pantai pulau datok, rusaknya tenda dipasar rakyat dan warung di pantai pulau datok serta robohnya 1 unit rumah warga. Dan kejadian tumbangnya beberapa baliho di kacamatan Simpang hilir dan teluk batang.

Namun perisita tersebut saat ini pohon tumbang yang menimpa jalan raya sudah dirapikan dan tenda dan warung sedang dirapikan dan diperbaiki sedangkan rumah warga yang mengalami kerusakan juga sedang dirapikan karena rumah tersebut baru tahap pembangunan rangka dan atap.

Menyikapi hal tersebut Kepala pelaksana BPBD Kayong Utara Rahadi, menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kayong Utara, agar selalu waspada dan berhati-hati apabila sedang hujan lebat disertai angin kencang hendaknya melakukan persiapan apabila terjadi hujan lebat yang berpotensi banjir. 

“Segera memindahkan barang/alat rumah tangga ke tempat yg lebih tinggi, mematikan /memutuskan aliran listrik, serta apabila terjadi angin kencang segera mencari tempat yang aman dan menjauhi pohon yang tinggi dan papan reklame yang berisko tumbang," pungkasnya Rahadi. [win/r]

Share:
Komentar

Berita Terkini