Ritual 'Semah Laut', di Surga Kepulauan Karimata

Editor: Redaksi author photo


Seorang Fotografer mengabadikan momen ritual semah laut di Desa Padang, Kabupaten Utara, Kalimantan Barat, Minggu,(4/4/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno
Kayong Utara (Suara Kalbar)- Setiap tanggal 4 bulan April setiap tahunnya, Masyarakat kepulauan Karimata, Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat menggelar ritual ‘Semah Laut’.  Menurut kepercayaan masyarakat disana, ritual semah laut bertujuan untuk mendapat keberkahan dan hasil laut yang melimpah.

Ritual semah laut juga merupakan salah satu budaya adat-istiadat kepulauan Karimata. Selain disini ritual ini juga ada di kepulauan Riau.

“Tujuannya supaya kampung kita tenang, aman anak-anak cucu, dan rezeki dari laut mungkin datang melimpah-limpah, dan memanggil jenis tidak kelihatan, namun bukan berarti setan-setan yang tidak kelihatan, tetapi yang bisa menolong kita, yang jahat tidak kita panggil karena ndak ada gunenya,”kata Ketua Dukun Desa Padang, Sudirman.

Warga Sedang melakukan ritual Semah Laut di Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (4/4/2021). Sebelum diturunkan ke laut, replika kapal dibacakan doa terlebih dahulu. SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno
Dalam ritual semah laut terdapat  replika kapal pesiar yang diisi berbagai sesajen. Ini mengartikan bahwa sesajen yang dibawa menggunakan replika kapal itu bertujuan untuk memberi makan mahluk-mahluk gaib yang berada dilautan.

“Semah itu memberi hantu-hantu itu makan, penunggu-penunggu di sini, sesajian gitu lah, sampai waktunya tanggal 4 bulan 4,”jelasnya.

Warga melintas usai ritual semah laut di Desa Padang, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (4/4/2021). Setelah pembacaan doa, replika kapal yang diisi sejumlah sesajen di hantarkan untuk dilepas kelaut luas. SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno
Didalam sesajen in terdapat berbagai macam makanan. Seperti nasi, ketupat, rokok, beras kuning dan sejumlah makanan lainnya.

“Seperti beras kuning, nasi pocong warna hijau merah dadu coklat dan lempeng dan pakai kemenyan, juga pakai rokok, pakai ketupat, di kasi makan. Begitulah istilah dulunya, sampailah anak cucu ini sekarang,”terangnya.

Tanggapan Citra Duani


Bupati Kayong Utara, Citra Duani. SUARAKALBAR.CO.ID/Diko Eno
Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Citra Duani menjelaskan ritual semah laut itu merupakan kegiatan adat istiadat masyarakat kepulauan Karimata yang dilakukan hingga sampai saat ini.

“Semah laut ini adalah budaya lokal yang turun temurun dilaksanakan oleh masyarakat,”jelas Citra.

Citra mengungkapkan, maksud dan tujuan dari kegiatan ritual tersebut agar masyarakat yang sebagian besar yang menjadi nelayan, selalu mendapatkan keamanan bahkan tidak ada gangguan dari mahluk gaib yang ada di lautan.

“Maksud dan tujuannya adalah masyarakat ingin agar nelayan kita di laut aman dan tidak ada gangguan, kemudian mendapatkan rezeki yang melimpah, sehingga sebagian dari pada rezeki yang di dapat di sedekahkan kepada penghuni laut agar tetap terjaga,”ungkapnya.

Orang nomor satu di Kayong Utara ini juga menyinggung tentang kaitannya dengan cagar alam. Sebab, sebagian kepulauan Karimata merupakan cagar alam laut.

“Dalam kaitannya masalah cagar alam laut karena Karimata kepulauan yang sebagiannya termasuk cagar alam laut, dari 103 pulau, 80 pulaunya di daerah kepulauan Karimata dan dari 80 pulau 40 diantaranya cagar alam laut,”terang Citra.

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam hal ini bakal mengusulkan  kepada pemerintah pusat melalui Kementerian LH RI agar dapat mengubah status kepulauan Karimata yang semula merupakan cagar alam menjadi taman nasional alam laut atau taman wisata alam laut.

“Kami mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian LHK kiranya berkenan statusnya disesuaikan menjadi taman nasional alam laut atau taman wisata alam laut,” ucapnya.

Citra menilai, Karimata mempunyai potensi besar terutama di sektor pariwisata. Bukan hanya, kata Citra dari ketertarikan wisatanya dari dalam negeri, melainkan hal ini dapat menarik wisatawan asing melihat panorama yang indah yang ada di kepulauan Karimata itu.

“Karena Karimata ini potensi wisatanya itu luar biasa, itu bukan hanya ketertarikan wisata dari dalam negeri, tetapi wisata mancanegara sangat tertarik karena panorama nya yang indah, kemudian pantainya, pulau-pulaunya, terumbu karang dan seterusnya,”tukasnya.


Penulis : Diko Eno

Share:
Komentar

Berita Terkini