![]() |
| Pasukan orange kena begal. (ist) |
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika Suminan tengah bertugas membersihkan jalan. Tiba-tiba sekira pukul pukul 04.00 WIB saat Suminan hendak mengambil foto untuk laporan hasil pekerjaannya komplotan pembegal tersebut datang.
"Korban saat itu usai menjalankan tugasnya sebagai petugas PPSU," kata Heru kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).
Berdasar keterangan korban, kompolotan pembegal tersebut berjumlah empat orang yang sebagian besar merupakan pemuda. Mereka menggunakan sepeda motor dan mengancam korban dengan sebilah celurit untuk menyerahkan handphone.
"Pelaku mengacungkan senjata tajam jenis celurit, dibarengi dengan ucapan dari salah satu pelaku yang membawa senjata tajam dengan nada keras meminta menyerahkan handphone," tutur Heru.
Heru mengungkapkan bahwa Suminan sempat berusaha melawan kelompok pembegal tersebut. Hanya saja korban kewalahan menghadapi komplotan pembegal tersebut yang menggunakan senjata tajam.
"Korban di sabet dengan senjata tajam di bagian belakang sebanyak dua kali. Sehinga korban mengalami luka di bagian pinggang belakang," ungkapnya.
Melihat Suminan telah tergeletak di jalan, para komplotan pembegal itu pun merampas handphone dan motor. Sementara Suminan berhasil ditolong warga dan dievakusi ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Kekinian, Heru menyampaikan pihaknya tengah memburu komplotan pembegal sadis tersebut.
"Perkara ditangani oleh Polsek Cempaka Putih," tandasnya.
Sumber : Suara.com
Editor : Diko Eno
