“Naga ini panjangnya sekitar tiga puluh meter, dan maksudnya menurut tradisi kita, naga dihidupkan dengan membuka mata, kita isi roh naga, lalu kita main naga setelah selesai nantinya setelah lima belas hari akan kita bakar naganya,” ujar Lie Cin Cung, Seksi Lomba Seni Atraksi Naga Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang.
Menghidupkan roh naga, memang seperti memasukan roh leluhur atau dewa kedalam tubuh tatung. “Kalau setelah atrasi kemudian dibakar, berarti kita balikkan roh naganya,” katanya.
Ketua Harian Festival Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Tjhai Leonardi mengatakan berbagai macam acara di dalam perayaan Festival Imlek dan Cap Go Meh tahun ini.
“Kita juga telah memasang lampion yang bisa dilihat di jalan-jalan protokol besar dan ini memang beda sekali yang menandakan suatu perubahan,” katanya.
Diantara perubahan itu, kata Tjhai Leonardi, seperti pada tahun ini dilakukan pemasangan pagoda dengan tinggi 20,20 meter. “Puncak tertinggi adalah merah putih dan menandakan bahwa NKRI harga mati,”ujarnya.
Adanya buka mata naga yang merupakan rangkaian ritual menjelang Imlek dan Cap Go Meh, kata Tjhai Leonardi menandakan bahwa naga mulai diantar ke langit yang waktunya ditentukan setelah Cap Go Meh mendatang.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan bahwa sejumlah rangkaian acara telah disiapkan Panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh dan diantarnya buka mata naga hari ini.
“Selanjutna naga akan berakraksi sampai lima belas hari kedepan, setelah itu baru dilakukan pembakaran naga,” katanya.
Puncak dari rangkaian Festival Imlek dan Cap Go Meh, kata Tjhai Chui Mie, yaitu pada 8 Februari 2020 dengan aktraksi pawai tatung yang sebelumnya dibuka pada pembukaan 23 Februari 2020 di Stadion Kridasana.
Penulis : Gusti
Editor : Hendra
