Dari Pekarangan Rumah, Sarah Bangun Usaha Bibit Tanaman Beromzet Jutaan dan Penuh Makna

Editor: Admin author photo

Sarah ketika merawat usaha bibit sayur & buah miliknya.SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Peluang usaha dari pekarangan rumah kembali menunjukkan potensinya. Hal ini dibuktikan oleh Sarah, warga Pontianak yang sukses mengembangkan usaha penjualan bibit sayur dan buah sejak akhir tahun 2025.

Usaha tersebut dirintis Sarah pada Desember 2025 dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook dan Instagram sebagai sarana promosi.

“Saya memulai usaha ini sejak Desember 2025 dan berjalan hingga hari ini,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (2/5/2026).

Di balik perkembangan usahanya, tersimpan kisah yang menyentuh. Sarah mengungkapkan bahwa bisnis tersebut berawal dari niat tulus untuk bersedekah jariyah atas nama sang suami yang telah meninggal dunia pada 2024.

“Saya ingin usaha ini bukan hanya untuk mencari penghasilan, tetapi juga menjadi ladang amal. Mudah-mudahan sebagian dari hasilnya bisa saya sedekahkan atas nama suami saya,” tuturnya.

Niat tersebut menjadi motivasi kuat bagi Sarah untuk terus mengembangkan usahanya. Ia berharap bisnis yang dijalankannya tidak hanya memberi manfaat secara ekonomi, tetapi juga membawa keberkahan bagi banyak orang.

Meski tergolong baru, usaha bibit tanaman milik Sarah sudah cukup lengkap. Ia menyediakan berbagai jenis bibit sayur dan buah, mulai dari tomat, terong, cabai, okra, hingga bayam, dengan harga yang ramah di kantong.

“Untuk harga bervariasi, mulai dari Rp2 ribu, Rp5 ribu, hingga Rp50 ribu untuk bibit yang sudah besar bahkan sudah berbuah,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Sarah mampu meraih omzet sekitar Rp3 juta per bulan, dengan penjualan rata-rata mencapai 300 bibit setiap bulan.

Ke depan, ia bertekad untuk terus mengembangkan usahanya dengan menambah variasi tanaman serta meningkatkan kualitas produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin membeli, usaha Sarah berlokasi di Jalan M. Sohor, Gang Sederhana, Pontianak. Lokasinya mudah ditemukan dengan patokan rumah berpagar hitam nomor 36B di dekat plang Posyandu Mandiri, kemudian masuk ke gang kecil di sampingnya rumah Sarah berada di posisi kedua dari ujung.

Kisah Sarah menjadi bukti bahwa dari pekarangan sederhana dapat lahir usaha yang tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga sarat nilai kemanusiaan, ketulusan, dan harapan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play