Pontianak (Suara Pontianak) – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa keberadaan perguruan tinggi memiliki kontribusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menandatangani prasasti peresmian Gedund Leopold Mandic Universitas Widya Dharma.SUARAPONTIANAK/SK
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penandatanganan prasasti peresmian Gedung Leopold Mandic di Universitas Widya Dharma Pontianak, Sabtu (25/4/2026).
Menurut Edi, sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, memberikan dampak nyata terhadap capaian IPM Kota Pontianak yang saat ini berada pada angka 82,80 dan masuk kategori sangat tinggi.
“Pontianak juga pusat pendidikan. Ini yang sangat memberikan dampak terhadap IPM Pontianak. Sekarang IPM kita masuk kategori sangat tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan IPM bukan perkara sederhana karena mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kehadiran perguruan tinggi dinilai menjadi mitra penting pemerintah dalam membangun SDM yang unggul.
“Kita ingin punya SDM yang sehat, cerdas, dan berbudaya. Keberadaan Universitas Widya Dharma tentu turut mendongkrak IPM Pontianak,” tambahnya.
Selain berdampak pada kualitas SDM, keberadaan kampus juga memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. Aktivitas ribuan mahasiswa dinilai mampu menggerakkan sektor hunian, kuliner, transportasi, hingga jasa lainnya.
“Di sekitar kampus dengan ribuan mahasiswa pasti ada kontribusi bagi ekonomi. Di Pontianak ada sekitar 43 ribu mahasiswa dari luar daerah yang turut memberi warna bagi ekonomi dan kehidupan kota,” jelas Edi.
Dengan jumlah penduduk hampir 700 ribu jiwa, Kota Pontianak menghadapi berbagai tantangan perkotaan seperti pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, hingga lalu lintas. Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mencari solusi pembangunan kota.
“Kami berusaha membuat Pontianak menjadi kota yang toleran, nyaman, dan berdampingan. Tentu ini membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma, Polycarpus Widjaja Tandra, menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terpisah dari masyarakat.
“Universitas tidak boleh menjadi menara gading yang terpisah dari masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dengan pemerintah,” tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa Universitas Widya Dharma berkomitmen menyelaraskan pengembangan kampus dengan visi Pemerintah Kota Pontianak, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
“Kita belajar bukan hanya untuk ilmu, tetapi juga untuk hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Universitas Widya Dharma Pontianak yang berdiri sejak 2019 kini memiliki tiga fakultas dengan delapan program studi. Ke depan, diharapkan kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah semakin kuat dalam mendukung pembangunan SDM dan kemajuan Kota Pontianak.[SK]