Wakil Wali Kota Pontianak Dorong Kolaborasi Percepat Transisi Energi di Kalbar

Editor: Admin author photo

Wawako Pontianak Bahasan.SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transisi energi di Kalimantan Barat. Ia menilai, upaya peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan kini harus dipandang sebagai kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar agenda masa depan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional Energi Terbarukan bertema Akselerasi Transisi Energi di Kalimantan Barat di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4/2026).

“Saat ini dunia tengah menghadapi tantangan perubahan iklim yang nyata. Kita tidak lagi bicara tentang masa depan yang jauh, melainkan tentang apa yang harus kita lakukan hari ini,” ujarnya.

Bahasan menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya energi surya karena letaknya yang berada di garis khatulistiwa. Selain itu, potensi biomassa dan energi air juga dinilai cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, transisi energi bukan hanya soal mengganti sumber energi, melainkan membangun ekosistem baru yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Pemerintah Kota Pontianak terus mendorong efisiensi energi, mulai dari penggunaan lampu jalan hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pola konsumsi energi yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa percepatan transisi energi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah sebagai regulator, akademisi sebagai motor riset dan inovasi, serta sektor swasta dan masyarakat sebagai pelaku utama implementasi energi bersih.

“Persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Harus ada akselerasi dan kolaborasi antara regulator, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahasan juga menyinggung potensi sumber daya strategis di Kalimantan Barat, termasuk uranium. Ia menilai pengelolaan potensi tersebut perlu dipersiapkan secara matang melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, agar generasi muda mampu menjadi pelaku utama di daerah sendiri.

“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Perguruan tinggi bersama pemerintah daerah harus mampu menyiapkan generasi muda agar dapat mengelola sumber daya alamnya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat, Sukino, menyampaikan komitmen kampus dalam memperkuat riset dan kolaborasi terkait isu strategis, termasuk transisi energi.

Ia menilai, transisi energi tidak hanya persoalan teknis dan ekonomi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam ajaran Islam, kita dilarang merusak bumi. Karena itu, transisi menuju energi terbarukan adalah bagian dari ikhtiar menjaga alam,” ungkapnya.

Menurut Sukino, energi hijau merupakan energi yang berkeadilan karena menjamin keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Ia berharap seminar ini mampu melahirkan gagasan-gagasan konstruktif sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat.

“Mari jadikan momentum ini sebagai energi baru untuk memperkuat peran kampus dan membangun masa depan Kalimantan Barat yang berkelanjutan,” pungkasnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play