Naik Dango ke-3 Resmi Dibuka, Wagub Kalbar Dorong Budaya Dayak Mendunia

Editor: Admin author photo

Foto bersama pembukaan Naik Dango Pontianak.SUARAPONTIANAK/SK
Pontianak (Suara Pontianak) – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menghadiri pembukaan Naik Dango ke-3 Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026).

Naik Dango tahun ini mengangkat tema “Ngampar Uma, Ngarak Padi: Menjaga Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman”, yang sarat makna kebersamaan dalam membuka ladang serta ungkapan syukur atas hasil panen. Nilai tersebut mencerminkan kuatnya filosofi hidup masyarakat Dayak yang tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Krisantus Kurniawan menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Naik Dango semakin berkualitas dan mampu memberi dampak luas, khususnya dalam pengembangan sektor pariwisata dan penguatan identitas daerah hingga ke tingkat internasional.

“Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Pontianak bersama Dewan Adat Dayak Kota Pontianak yang telah menetapkan 24 April sebagai kalender pariwisata adat budaya. Ini langkah strategis dalam memperkuat identitas daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa.

“Budaya adalah jati diri sebuah suku dalam suatu bangsa. Jika tidak dijaga, maka identitas itu akan hilang dan tergerus oleh zaman,” tegasnya.

Selain itu, Krisantus juga mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus merawat persatuan dalam keberagaman.

“Apapun sukunya, agamanya, dan dari mana pun asalnya, kita semua hidup di Kalimantan Barat dan wajib mencintai daerah ini. Perbedaan adalah keindahan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, turut mengapresiasi konsistensi Dewan Adat Dayak Kota Pontianak dalam menyelenggarakan Naik Dango yang kini memasuki tahun ketiga.

“Ini adalah bentuk komitmen dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat,” ujarnya.

Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan di era digital, di mana masyarakat dituntut tetap berakar pada nilai-nilai budaya.

“Diharapkan kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi, mendorong pertumbuhan sektor kebudayaan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Sebagai kota jasa dan perdagangan, Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan budaya, olahraga, dan keagamaan agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat yang beragam.

Sebagai informasi, Naik Dango ke-3 Kota Pontianak berlangsung selama sembilan hari, mulai 17 hingga 25 April 2026. Berbagai rangkaian kegiatan turut digelar, mulai dari Ngampar Bide, misa syukur, ritual adat, seminar budaya, pentas seni, hingga pameran UMKM dan kuliner.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play