Pontianak (Suara Pontianak) - Menjelang Cap Go Meh 2575 Kongzili usai melakukan ritual cuci tandu sejumlah tatung Lima seni batu emas kabupaten kubu raya melakukan kunjungan ke sejumlah kelenteng -kelenteng yang ada di Kubu Raya dan Kota Pontianak Jumat (23/02/2024) .jpeg)
Atraksi tatung di salah satu kelenteng di Kota Pontianak guna meminta kesejahteraan serta kesehatan di tahun yang baru. SUARAPONTIANAK.COM/SK
Pengurus komunitas lima seni batu emas joni mengatakan ada sejumlah kelenteng yang memang kerap disambangi para tatung yakni kelenteng di kapuas besar,Jalan dipenogoro dan Jalan waru kemudian dilanjutkan saat puncak Cap Go Meh menyambangi kelenteng yang ada di kumpai.
“ Ini sudah termasuk tradisi dan di Kumpai ada leluhur dari tatung kita sehingga pasti kita selalu ke kelenteng tersebut,” kata Joni.
Joni menjelaskan sejumlah tatung menyambangi kelenteng untuk melakukan ritual pembersihan serta memohon doa agar senantiasa diberi Kesehatan serta kesejahteraan yang lebih baik dibanding tahun – tahun sebelumnya.
“Jalan yang kita lalui tidak luput untuk kita bersihkan dari hawa negatif yang dapat merugikan kita pada tahun ini, diharapkan tahun depan lebih baik dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Joni berharap dengan tradisi yang terus dilestarikan oleh komunitasnya tidak akan luntur tergerus jaman, mengingat di Kalimantan Barat perayaan cap go meh cukup kental sehingga amat disayangkan jika harus hilang tanpa diregenariskan ke keturunan selanjutnya. [sep/sk]
Baca juga:
Komentar