Kepala Kemenag Monitoring Ujian Sekolah di Dua Pontren Desa Peniraman

Editor: Editor : Dian Sastra author photo

Kepala Kemenag Mempawah, Mi'rad, meninjau hari pertama Ujian Sekolah PKPPS jenjang Wustha di Pondok Pesantren Nurul Jihad, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (15/3/2021). SUARAKALBAR.CO.ID/Ist

Mempawah  (Suara Kalbar) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mempawah, Mi'rad, bertandang ke Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Darajul Ulum dan Nurul Jihad, Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Senin (15/3/2021).

Kehadiran Mi'rad yang didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Mulyadi, untuk memonitoring pelaksanaan hari pertama Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (US PKPPS) jenjang Wustha tahun pelajaran 2020/2021.

Sesuai jadwal dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, US PKPPS jenjang Wustha berlangsung dari tanggal 15-22 Maret 2021.

"Selama monitoring, saya ingin memastikan pelaksanaan ujian sekolah di sini sudah sesuai petunjuk teknis US PKPPS dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya, usai kegiatan.

Mi'rad menjelaskan, tujuan penyelenggaraan US PKPPS adalah meningkatkan mutu pendidikan melalui standar penilaian hasil belajar, serta memberikan kemerdekaan belajar dalam menilai hasil belajar yang dilakukan satuan pendidikan secara optimal, dalam bentuk penyelenggaraan ujian sekolah.

Ditambahkan Mi'rad, pelaksanaan ujian ini mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (SK Dirjen Pendis) Nomor 782 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan Pada Pondok Pesantren Salafiyah.

Ia menyebutkan, ada tujuh jenis pelajaran agama dan lima mata pelajaran umum yang diujikan pada US PKPPS jenjang Ula dan jenjang Wustha, ditambah Bahasa Inggris.

Adapun pelajaran dimaksud adalah mata pelajaran agama meliputi AlQur’an, Hadist, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Sejarah Peradaban Islam, dan Bahasa Arab.

Kemudian mata pelajaran umum seperti Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.

 

Penulis : Prianta

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play